Kerya: Naysa Aqila Salsabila

Ditengah rimbun ragam berserakan melabirin angan.
Saksi bisu kian mengunci rahasia dibalik aksara.
Sembari jari waktu merajut simfoni purba.
Ledakan binar warisan memancarkan cahaya.
Palung ingatan menentang rakusnya zaman.
Terpupuk abadi mengukir bangga yang takkan pudar.
Rekah karya mengakar menuju jantung kalbu.
Membingkai adat melawan lupa.
Raut menyambut setiap langkahnya.
Ragam corak menjadi pemersatu.
Budaya bukanlah artefak yang membatu.
Melainkan cahaya terang berpijar menyilaui peradaban.
Menyelami makna meresapi jiwa.
Tergambar niat melukis karya.
Menyalakan pijar inspirasi.
Menyatukan ragam yang bercecer.
Menghujam bumi mendekap erat langkah.
Tegar menantang tak luntur diterpa zaman.
Satu padu meniti jalan.
Mengakar dalam fondasi jiwa
Melarung arus dendang resam.
Bermuara menempa karsa.
Seni memupuk benih ambisi.
Mengukir mimpi tanpa henti.
Arus global kian menderu.
Mendobrak jeruji senyap memenjara memori.
Biarkan ia meledak hingga ke relung zaman.
Menyatu padu dalam larik kehidupan yaang selaras.
Menantang ragu dalam telaga kalbu.
Hingga merekah prestasi terukir tanpa ilusi.